Kosmopolitan.id, Samarinda – Setelah beberapa kali pertandingan, satu-satunya atlet yang diandalkan dalam cabang olahraga (cabor) angkat berat hanya Widari. Meski sudah menginjak usia 34 tahun, sampai saat ini Widari menjadi satu-satunya atlet kebanggan Kaltim yang tidak tergantikan.
Hal ini dibenarkan oleh Ketua Harian Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Kaltim, Hendra Radinal Ary. Bahkan dirinya mengakui cabor angkat berat ini memang terbilang unik. Lantaran hanya memiliki satu atlet andalan, yakni Widari dan belum memiliki pelapis untuk PON yang akan datang.
“Andalan kita masih Widari saja, karena penguasaan teknik dia unggul. Tapi kita juga harus lihat usia juga, Widari saat ini 34 tahun, jadi perlu ada persiapan atlet berprestasi,” kata Hendra.
Sehingga ke depannya, pihaknya berencana bakal menginventarisasi dan mencari potensi atlet yang berusia di bawah 30 tahun. Sebab jika hanya mengandalkan atlet yang ada, tentu akan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pihaknya,mengingat usia atlet yang dimilikinya saat ini rata-rata sudah 40 tahun.
“Saya akan inventarisir dengan pertama gelar raker. Jangan sampai kabupaten/kota tidak punya atlet dari daerah masing-masing,” terangnya.
Kata Hendra, Samarinda masih menjadi ujung tombak atlet. Maka dari itu Pengprov Pabersi masih bingung dalam mencari atlet dan akan dibagi ke masing-masing daerah.
“Ke depan saya akan mengevaluasi pengcab, saya mau ada atlet dari daerah sendiri. Jangan lagi ambil di Samarinda,” imbuhya.
Nanti pengprov kedepan wajib inventarisasi atlet kabupten/kota yang akan diuji menuju Babak Kualifikasi (BK) PON. “Jadi ketua pengcab benar-benar membina. Kendalanya, pertama pembinaan itu memang ujungnya duit. Ini kan ketua kita baru Agus Rahman, setidaknya dia harus selektif dalam memilih kepengurusan pengcab,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading menekankan masing-masing cabor memang harus bersiap. Apalagi, internal cabor sudah mengatakan bahwa hanya punya satu atlet andalan. Sehingga menurutnya, perlu untuk regenerasi.
“Harus dipersiapkan, karena menurut saya pribadi, makin tua itu, biasanya semakin habis tenaga. Sudah harus siapkan pelapis, mumpung ada waktu masih 4 tahun,” pungkasnya. (adv/disporakaltim)







