Don't Show Again Yes, I would!

Dispora Kukar Hidupkan Kembali Olahraga Tradisional Lewat Zona Khusus Budaya

Kadispora Kukar, Aji Ali Husni

Kutai Kartanegara – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menghadirkan inovasi dalam upaya pelestarian budaya daerah.

Tahun ini, Dispora Kukar menyiapkan program khusus yang menggabungkan unsur olahraga dan budaya melalui pembentukan zona olahraga tradisional sebagai ruang publik yang edukatif dan inklusif.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa zona tersebut akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus melestarikan permainan tradisional khas Kutai, seperti menyumpit dan bergasing, yang kini mulai kembali diminati.

“Animo masyarakat terhadap olahraga tradisional semakin meningkat. Kami melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk menghidupkan kembali warisan budaya melalui pendekatan yang modern dan terbuka untuk semua kalangan,” ujar Ali, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, olahraga tradisional tidak hanya bernilai rekreatif, tetapi juga memiliki makna sosial dan edukatif yang kuat.

Aktivitas ini diyakini mampu menumbuhkan sportivitas, mempererat hubungan sosial, serta memperkokoh karakter masyarakat, khususnya generasi muda.

“Olahraga tradisional bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan bagian dari jati diri dan warisan leluhur. Kami ingin generasi muda mengenal nilai-nilai itu melalui kegiatan yang sehat, menyenangkan, dan membangun kebersamaan,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Dispora Kukar berencana memanfaatkan sejumlah ruang publik strategis, seperti taman kota, area stadion, dan kawasan terbuka lainnya sebagai lokasi pelaksanaan zona olahraga tradisional.

Dengan cara ini, kegiatan berbasis budaya diharapkan lebih mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ali menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari agenda besar Dispora Kukar dalam menciptakan ruang olahraga yang inovatif, inklusif, dan berkarakter lokal.

Program tersebut tidak hanya ditujukan bagi pelajar atau atlet, tetapi juga untuk masyarakat umum dari berbagai usia dan latar belakang.

“Olahraga adalah ruang bersama. Dengan menghadirkan sentuhan budaya lokal di dalamnya, kami ingin menjadikannya sebagai sarana pemersatu masyarakat sekaligus penguat identitas daerah,” ucapnya.

Ia juga berharap, kehadiran zona olahraga tradisional dapat menjadi daya tarik baru bagi aktivitas masyarakat Kukar, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, langkah ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih mencintai budaya sendiri dan menjadikan olahraga tradisional sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang membanggakan,” tutupnya.
(Adv/Dispora Kukar/Ca)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan