Don't Show Again Yes, I would!

Dispora Kukar Nilai Tren Kopi Keliling Jadi Peluang Ekonomi Kreatif bagi Pemuda Tenggarong

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kukar, Dery Wardhana.

Kutai Kartanegara – Fenomena kopi keliling semakin mewarnai sudut-sudut Kota Tenggarong.

Gerobak sederhana, motor modifikasi, hingga mini coffee bar portabel bermunculan dan menghadirkan wajah baru bagi aktivitas ekonomi di ruang publik.

Tren ini bukan hanya menarik perhatian warga, tetapi juga diamati secara serius oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) karena dinilai membuka peluang usaha yang menjanjikan bagi generasi muda.

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menyampaikan bahwa keberadaan penjual kopi keliling menunjukkan bagaimana kreativitas dan keberanian pemuda dapat berkembang menjadi bentuk ekonomi kreatif.

“Tren kopi keliling ini bukan sekadar gaya berdagang anak muda, tetapi wujud ekonomi kreatif yang tumbuh dari inovasi serta keberanian memulai usaha,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Ia menilai peningkatan jumlah penjual kopi bergerak setiap harinya mencerminkan besarnya peluang pasar minuman berbasis kopi yang praktis dan mudah diakses.

Ekosistem perkopian di Tenggarong juga berkembang dengan pesat. Komunitas barista aktif menyelenggarakan kompetisi bulanan yang berpindah dari satu kafe ke kafe lainnya.

Ajang tersebut menjadi wadah bagi para pemuda untuk berlatih teknik seduh, memahami karakter kopi, serta mengasah kreativitas dalam menciptakan menu baru.

“Rekan-rekan penggiat kopi secara rutin mengadakan kompetisi barista setiap bulan, dan lokasi penyelenggaraannya bergiliran di berbagai kafe,” jelasnya.

Menurut Dery, kegiatan komunitas ini memberi kesempatan besar bagi pelaku kopi keliling untuk memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan.

Banyak barista pemula lahir dari ruang-ruang komunitas semacam ini sebelum kemudian membuka usaha mandiri di lapangan.

“Penjual kopi keliling dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mempelajari teknik pengolahan kopi, merancang menu, hingga memahami strategi pemasaran,” tuturnya.

Dispora Kukar melihat adanya potensi besar untuk meningkatkan kemampuan barista lokal melalui pelatihan berkelanjutan.

Pelajaran seperti cupping, teknik penyeduhan, hingga pengenalan karakter rasa kopi dipandang penting agar kualitas sajian kopi para pemuda di Tenggarong terus meningkat.

“Karena itu, pelatihan perkopian perlu terus dilakukan, mulai dari teknik seduh hingga cupping untuk mengenali karakter rasa kopi,” ungkapnya.

Selain menekankan pentingnya keterampilan, Dery juga menyoroti penggunaan bahan berkualitas.

Ia menyebut bahwa robusta lokal kini semakin banyak digunakan oleh para pelaku kopi keliling dan dapat menjadi identitas rasa khas daerah.

Dispora Kukar berharap tren kopi keliling tidak berhenti sebagai fenomena sementara, melainkan berkembang menjadi usaha yang mapan dan berkelanjutan sehingga mampu menggerakkan ekonomi kreatif di kalangan pemuda.

“Yang penting para pelaku usaha menggunakan beans asli yang memenuhi standar, termasuk robusta lokal yang kini sudah banyak tersedia,” pungkasnya.
(Adv/DisporaKukar/Ca)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan