Kutai Kartanegara – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara terus berupaya menjaga dinamika kegiatan olahraga masyarakat meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran untuk periode 2025–2026.
Kondisi ini mendorong perlunya kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa tantangan anggaran tidak boleh menjadi penghambat pengembangan sektor olahraga.
Oleh karena itu, kemitraan dengan berbagai pihak menjadi langkah strategis yang dapat ditempuh untuk memastikan kegiatan olahraga tetap berjalan.
“Pada tahun 2025–2026 kami menghadapi sejumlah keterbatasan anggaran. Karena itu, kerja sama dengan perusahaan atau pihak lain dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan kegiatan keolahragaan,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Ali menilai dukungan sektor usaha serta keterlibatan masyarakat sangat penting, terutama dalam menunjang kegiatan olahraga di tingkat komunitas dan kecamatan.
Selain menambah ruang pembinaan bagi atlet muda, sinergi ini juga dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana dasar.
Ia menyebutkan bahwa beberapa kecamatan di Kukar tetap aktif menggelar kegiatan olahraga seperti futsal, bola voli, sepak bola, dan tenis meja.
Salah satunya kegiatan tenis meja di Kecamatan Loa Kulu yang dibuka langsung oleh camat setempat sebagai bukti tingginya partisipasi masyarakat.
“Kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk memajukan olahraga, bukan hanya pada cabang bulu tangkis. Banyak kecamatan yang saat ini aktif bergerak dan hal tersebut sangat kami apresiasi,” jelasnya.
Meskipun anggaran terbatas, Dispora Kukar tetap berkomitmen memberikan dukungan sesuai kemampuan yang tersedia.
Dukungan itu mencakup penyediaan piala, perlengkapan olahraga dasar, hingga pendampingan terhadap panitia penyelenggara kegiatan.
Ali menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya memberikan kontribusi positif selama hal tersebut berdampak pada kemajuan olahraga masyarakat serta pembinaan atlet daerah.
“Pada prinsipnya, selama kami dapat membantu berkembangnya kegiatan olahraga atau mendukung penyelenggaraannya di masyarakat, kami akan berusaha untuk selalu hadir,” katanya.
Dengan memperkuat kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Dispora Kukar optimistis kegiatan olahraga di Kutai Kartanegara akan tetap hidup dan mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial meski berada dalam kondisi anggaran yang terbatas.
(Adv/DisporaKukar/Ca)







