Don't Show Again Yes, I would!

Ekidna: Si Fosil Hidup yang Punya Banyak Keunikan Nyeleneh

Salah satu spesies ekidna moncong panjang yang bisa ditemukan di Papua dan Papua barat (Dok: Mongabay)

Kosmopolitan.id, Papua – Sekilas, hewan yang satu ini mirip sekali dengan landak. Namun, jangan salah! Ekidna jauh lebih unik dari sekadar satwa berduri. Ia adalah mamalia purba yang sudah eksis sejak lebih dari 100 juta tahun lalu dan masih bertahan hingga hari ini.

Karena penampilannya yang tidak lazim, nama Ekidna diambil dari mitologi Yunani yang merujuk pada makhluk setengah manusia setengah ular. Masuk dalam kelompok ilmiah Tachyglossidae artinya “lidah cepat. Berikut adalah deretan fakta unik dan menarik tentang si fosil hidup ini, dilansir dari yiari.or.id:

1. Mamalia yang Bertelur tapi Menyusui
Ekidna masuk dalam kelompok monotremata (mamalia paling primitif di dunia). Uniknya, mereka tidak melahirkan melainkan bertelur. Nah, keanehan tidak berhenti di situ. Ekidna tidak memiliki puting susu. Jadi, setelah telurnya menetas di dalam kantong perut, si anak akan menjilat susu yang keluar langsung dari pori-pori kulit induknya.

2. Punya “Indra Listrik” untuk Berburu
Sama seperti hiu, ekidna memiliki kemampuan elektroresepsi pada moncongnya. Karena tidak memiliki gigi, mereka menggunakan indra ini untuk mendeteksi sinyal listrik lemah dari gerakan semut atau rayap yang bersembunyi di dalam tanah, lalu melahapnya dengan lidah panjang yang lengket.

3. Jago Gali Tanah Saat Terancam
Duri ekidna bukan cuma pajangan. Jika merasa terancam oleh predator, mereka tidak akan lari. Ekidna akan langsung menggali tanah dengan sangat cepat untuk menyembunyikan bagian perutnya yang lunak, lalu menggulung diri dan menyisakan duri-durinya di permukaan tanah sebagai benteng pertahanan.

4. Indonesia Jadi Rumah Penting Ekidna
Banyak yang mengira hewan ini hanya ada di Australia. Padahal, Indonesia khususnya wilayah hutan pegunungan Papua dan Papua Barat merupakan habitat super penting bagi spesies ekidna moncong panjang.

5. Di Ambang Kepunahan
Meski berhasil bertahan melewati jutaan tahun evolusi, saat ini nasib ekidna justru terancam oleh ulah manusia dari perburuan dan perusakan habitat. Dari beberapa spesies yang ada, Ekidna Moncong Panjang Sir David (Zaglossus attenboroughi) dan Ekidna Moncong Panjang Barat (Zaglossus bruijnii) statusnya sudah Kritis (Critically Endangered) alias berada di ambang kepunahan.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan