Kutai Kartanegara – Sejumlah agenda besar kepramukaan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun ini belum dapat dilaksanakan akibat efisiensi anggaran.
Meski demikian, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menegaskan bahwa semangat gerakan Pramuka tetap terjaga di kalangan peserta didik maupun kwartir ranting.
Kepala Bidang Kepramukaan Dispora Kukar, Novan Solihin, mengungkapkan bahwa dua kegiatan utama yang selama ini rutin digelar setiap tahun, yakni Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) versi Pramuka dan Fire Factor, terpaksa ditunda sementara karena penyesuaian alokasi APBD.
“Seharusnya kegiatan ini berlangsung setiap tahun, namun untuk sementara belum dapat kami laksanakan karena adanya efisiensi anggaran. Kendati demikian, pembinaan tetap berjalan melalui kegiatan di gugus depan dan kwartir ranting,” ujarnya.
Novan menjelaskan bahwa LKBB Pramuka memiliki ciri khas tersendiri karena gerakan dan formasinya berbeda dari baris-berbaris reguler.
Di dalamnya terdapat unsur kepramukaan yang melatih kedisiplinan, kerja sama tim, dan kekompakan antarpeserta.
“LKBB tidak sekadar lomba baris-berbaris. Kegiatan ini menanamkan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, serta kebersamaan dalam regu. Setiap kali diadakan, antusiasme peserta selalu sangat tinggi,” jelasnya.
Selain LKBB, Fire Factor juga menjadi kegiatan yang paling dinanti karena menantang kesiapsiagaan anggota Pramuka dan relawan kebakaran dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui kegiatan tersebut, peserta dilatih untuk tanggap, cepat, dan terampil dalam menanggulangi kebakaran serta melakukan penyelamatan.
“Fire Factor mengembangkan kepedulian dan keberanian. Pesertanya berasal dari Pramuka Peduli serta relawan dari berbagai kecamatan, dan mereka belajar langsung melalui simulasi di lapangan,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa meskipun kegiatan besar belum dapat digelar, aktivitas pembinaan tetap berlangsung rutin di sekolah dan kwartir ranting.
Dispora Kukar juga terus mendorong gugus depan untuk mempertahankan semangat Pramuka melalui kegiatan sederhana yang menitikberatkan pada karakter dan kepemimpinan.
“Dengan atau tanpa perlombaan, semangat Pramuka harus tetap hidup. Yang terpenting adalah nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian yang terus tumbuh dalam setiap kegiatan,” tegasnya.
Novan menambahkan, apabila kondisi anggaran daerah kembali stabil, Dispora Kukar berencana menghidupkan kembali dua kegiatan unggulan tersebut.
Menurutnya, antusiasme peserta tidak akan menurun karena LKBB dan Fire Factor selalu menjadi ajang yang sangat dinantikan tiap tahun.
“Kami siap mengaktifkan kembali kegiatan tersebut ketika anggaran memungkinkan. Pramuka tetap menjadi wadah pembinaan karakter yang sangat penting bagi generasi muda Kukar,” tandasnya.
(Adv/DisporaKukar/Ca)







