Kutai Kartanegara – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengakui bahwa penyebarluasan olahraga tradisional di sekolah-sekolah belum dapat berjalan optimal.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menjadi penyebab utama sosialisasi tidak dapat dilaksanakan secara maksimal.
Saat ini, pihaknya hanya mampu menjalankan program talent scouting sebagai bentuk dukungan pembinaan bagi sekolah maupun komunitas.
“Sosialisasi olahraga tradisional belum berjalan maksimal. Yang dapat kami jalankan baru program talent scouting sebagai pendampingan pembinaan,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).
Ari menambahkan bahwa sosialisasi sempat dilakukan pada 2023, tetapi tahun berikutnya sekolah-sekolah harus bergerak mandiri karena anggaran sangat terbatas.
Ia menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi tetap memungkinkan, namun terhambat pemangkasan anggaran selama dua tahun terakhir.
“Bukan tidak bisa dilaksanakan, hanya saja anggarannya memang sangat terbatas,” tegasnya.(Adv/DisporaKukar/Ca)







