Kutai Kartanegara – Pertumbuhan berbagai fasilitas olahraga di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Mulai dari pusat kebugaran modern, lapangan futsal, mini soccer, hingga arena padel dan pickleball, kini masyarakat semakin mudah mengakses berbagai pilihan sarana latihan.
Kondisi ini mendapat apresiasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, yang menilai investasi masyarakat turut memperkuat ekosistem olahraga daerah.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa pembangunan sarana olahraga tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah.
Dengan keterbatasan anggaran, dukungan masyarakat dan investor lokal menjadi faktor penting dalam memenuhi kebutuhan fasilitas yang terus meningkat.
“Dispora sangat mendukung keterlibatan investor, terutama warga Kukar, untuk membangun sarana olahraga. Pengembangan olahraga adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ujar Ali pada Jumat (5/12/2025).
Ia melihat tren bertambahnya gym, arena padel, dan fasilitas pickleball sebagai tanda bahwa masyarakat mulai memahami olahraga sebagai peluang usaha sekaligus bagian dari industri olahraga modern.
Menurutnya, hadirnya investor membuktikan bahwa sektor ini memiliki potensi ekonomi yang kuat.
“Ini merupakan peluang bisnis. Industri olahraga benar-benar nyata dan dapat membantu pemerintah ketika anggaran pembangunan venue belum memadai,” lanjutnya.
Meski demikian, ia mengingatkan para pemilik usaha untuk memperhatikan standar sarana olahraga demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna.
Aspek seperti sirkulasi udara, pencahayaan alami, hingga penataan sistem pendingin udara disebut harus menjadi perhatian utama.
“Sarana olahraga wajib memenuhi standar. Sirkulasi udara harus baik, cahaya matahari tetap masuk, dan pengaturan AC harus tepat. Jangan sampai pengguna justru mengalami masalah kesehatan akibat ventilasi yang buruk,” tegasnya.
Ali mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menyusun standar resmi pembangunan sarana olahraga pada tahun mendatang.
Regulasi tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi investor agar fasilitas yang dibangun aman, sehat, dan sesuai kebutuhan aktivitas olahraga.
“Insyaallah tahun depan kami menyiapkan standar pendirian sarana olahraga sebagai acuan yang harus diperhatikan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas semakin banyaknya fasilitas olahraga yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat.
Mulai dari lapangan futsal, mini soccer, arena bulu tangkis, sanggar senam, hingga padel, semua ini dinilai memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk memilih tempat olahraga sesuai preferensi mereka.
“Keuntungannya, masyarakat dapat menentukan sendiri sarana yang paling nyaman bagi mereka. Akses terhadap kegiatan olahraga pun menjadi semakin mudah,” tutupnya.
(Adv/DisporaKukar/Ca)







