Kosmopolitan.id, Samarinda – Implementasi program Gratispol terus bergulir secara bertahap di tengah berbagai evaluasi dan masukan dari publik. Meski apresiasi terus mengalir, tidak sedikit pihak yang menaruh ekspektasi tinggi dan menuntut program unggulan ini langsung berjalan tanpa celah.
Menanggapi dinamika tersebut, mantan Anggota DPRD Kalimantan Timur, Zain Taufik Nurrohman, memberikan pandangannya. Ia menilai publik perlu realistis dalam melihat pencapaian program yang baru menginjak tahun pertama pelaksanaannya ini.
“Apa yang menjadi program-program pak gubernur, kalau diharapkan sempurna di tahun-tahun pertama, saya pikir, juga terlalu overetimatelah kita,” katanya.
Zain menyoroti bahwa program Gratispol kini menjadi pusat perhatian masyarakat Kaltim. Hal ini wajar mengingat skala jangkauan dan besarnya sumber daya yang dikerahkan untuk mensukseskan inisiatif tersebut.
“Ini program (gratispol), dimana penerima manfaatnya besar, anggaran yang digelontorkan juga besar, dan melibatkan puluhan perguruan tinggi di Kaltim, bahkan di luar daerah,” sebutnya.
Dengan kompleksitas keterlibatan puluhan perguruan tinggi baik di dalam maupun luar daerah, Zain menekankan bahwa mencapai taraf kematangan program memerlukan waktu yang tidak instan. Menurutnya, sebuah program berskala besar membutuhkan proses adaptasi sebelum benar-benar mencapai hasil yang optimal.
“Kalau masih ada kekurangan-kekurangan saya pikir itu hal yang wajar, tetapi memang ada proses penyempurnaan di tahun kedua, ketiga dan seterusnya,” tutupnya.


