Don't Show Again Yes, I would!

Ribuan Massa Mengguncang Kebijakan Daerah, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Memilih Hadir Via Instagram

Ribuan massa yang menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (21/4/2026). (Foto: tangkapan layar instagram: ibenkni)

Kosmopolitan.id, Samarinda – Aksi besar-besaran yang dilakukan oleh masyarakat termasuk mahasiswa di Samarinda, Selasa (21/4/2026) menjadi gambaran bahwa demokrasi tetap ada di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur. Massa yang menuntut ketidakadilan atas sejumlah kebijakan yang terasa janggal dan dianggap kurang pro terhadap masyarakat ini sudah seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Dalam aksi tersebut, digelar di dua titik pertama menyasar ke Gedung DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar dan Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada. Para demonstran dengan tegas menuntut agar para wakil rakyat itu mengaudit kebijakan Pemprov Kaltim yang saat dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Mulai dari pengadaan mobil mewah Range Rover senilai Rp8,5 miliar, renovasi rumah jabatan yang menelan APBD Kaltim hingga Rp25 miliar dan masih banyak lagi kegiatan yang tidak sejalan dengan kondisi keuangan daerah yang sedang menggiatkan efisiensi.

Mengutip dari tempo.co, Koordinator Lapangan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur, Erly Sopiansyah, mengungkapkan, ribuan massa yang berdemonstrasi dari pagi hingga petang, berhasil menyampaikan aspirasi mereka. Meski demikian perlakuan berbeda justru terlihat sangat mencolok dari pihak yang disasar.

Beberapa wakil rakyat di DPRD Kaltim memang sudah menerima masukan bahkan menandatangani kesepakatan, untuk segera mengaudit kebijakan Pemprov Kaltim. “Harus dievaluasi. Saya tadi teriak juga, kalau bisa KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) usut tuntas semua kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur Ekti Imanuel yang hadir menemui massa telah sepakat menandatangani pakta integritas dari demonstran yang berisi kesiapan bertanggung jawab secara politik dan moral kepada masyarakat serta menjalankan seluruh tuntutan.

Sedangkan di Kantor Gubernur Kaltim, kehadiran orang nomor satu di Bumi Etam itu justru tidak hadir di tengah-tengah massa. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memilih bertahan di dalam kantor tanpa berbincang dengan perwakilan aksi massa.

Dilansir dari siaran Tribunnews pukul 19.35 WIB, Rudy baru terlihat meninggalkan kantornya dengan pengawalan ketat dari kepolisian, tanpa menanggapi pertanyaan dari awak media. Alih-alih berdialog dengan massa aksi, politikus Golkar itu memilih menyampaikan tanggapan lewat instagram pribadinya.

”Terima kasih masukan dari adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat dan seluruh elemen-elemen yang menjadi kontrol sosial. Masukan hari ini sangat berarti dan sangat berkelas. Semoga ke depan kami dan seluruh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berakselerasi untuk bisa memperbaiki kinerja kerja kami ke depannya,” kata Rudy di dalam instagramnya. (Redaksi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan