Kutai Kartanegara – Meski alokasi anggaran tahun 2025 mengalami pemangkasan yang cukup besar, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan bahwa kegiatan pembudayaan olahraga tradisional tetap berlangsung.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menyebutkan bahwa sektor olahraga tradisional mengalami rasionalisasi anggaran mencapai 50–60 persen sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan daerah.
“Pada tahun anggaran 2025, sekitar 50 hingga 60 persen dana untuk olahraga tradisional mengalami penyesuaian. Hal ini merupakan bagian dari kebijakan efisiensi pemerintah daerah,” ujarnya, Sabtu (14/11/2025).
Ia mencontohkan bahwa pemotongan tersebut terlihat dari jumlah atlet yang dapat diberangkatkan mengikuti ajang nasional.
Bila dua tahun sebelumnya Kukar mengirim sekitar 70 atlet ke Pekan Olahraga Nasional, tahun ini hanya 20 atlet yang dapat difasilitasi.
“Dengan pemangkasan itu, jumlah atlet yang bisa diberangkatkan turun hampir 60 persen. Dampaknya cukup besar bagi fasilitasi ke tingkat nasional,” jelasnya.
Walau menghadapi keterbatasan, Dispora menegaskan tetap mempertahankan kegiatan bernilai budaya, termasuk olahraga tradisional yang memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah.
Salah satu kegiatan yang tetap diprioritaskan adalah perlombaan olahraga tradisional dalam rangkaian Erau, agenda budaya tahunan terbesar di Kukar.
“Walaupun tahun depan diperkirakan pemangkasan akan semakin besar, kegiatan yang berorientasi budaya seperti lomba olahraga tradisional pada Erau tetap kami selenggarakan,” tegas Ari.
Dispora berkomitmen menyusun strategi adaptif agar kegiatan pembudayaan olahraga dapat terus berjalan melalui efisiensi anggaran, kerja sama komunitas, dan pelibatan masyarakat.
(Adv/DisporaKukar/Ca)







