Kutai Kartanegara – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan bahwa pengembangan olahraga tradisional dilakukan melalui pendekatan berbasis karakter lokal.
Setiap kecamatan memiliki keunikan budaya dan preferensi olahraga yang berbeda sehingga jenis kegiatan tidak bisa diseragamkan.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menjelaskan bahwa faktor geografis dan budaya menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jenis olahraga yang dihadirkan pada setiap kegiatan.
“Karakteristik antar-kecamatan sangat beragam, jadi kami tidak bisa menetapkan satu jenis olahraga untuk seluruh wilayah. Penyesuaian dilakukan agar sesuai dengan karakter masyarakat setempat,” ujar Ari, Sabtu (15/11/2025).
Ia menguraikan bahwa wilayah pesisir cenderung menyukai olahraga yang menonjolkan ketangkasan individu seperti ketapel dan panahan tradisional.
Sementara kecamatan yang didominasi wilayah daratan lebih antusias terhadap olahraga seperti enggrang, casting, maupun permainan kelompok.
Menurutnya, penyesuaian ini penting agar kegiatan tidak hanya menarik minat masyarakat tetapi juga tetap relevan dengan budaya lokal.
Dengan demikian, nilai pelestarian budaya dapat terus terjaga.
“Dengan pendekatan ini, setiap event menjadi lebih hidup karena masyarakat merasa dekat dengan jenis olahraga yang diperlombakan,” tambahnya.
Dispora Kukar terus berupaya memperluas pembinaan olahraga tradisional melalui metode adaptif sehingga setiap kecamatan dapat mengembangkan potensi sesuai kekhasannya.
(Adv/DisporaKukar/Ca)







