Don't Show Again Yes, I would!

Distribusi Sapi Kurban di Samarinda Meningkat Jelang Iduladha

Kosmopolitan.id, Samarinda – Menjelang Hari Raya Iduladha, arus masuk hewan kurban ke Samarinda terus meningkat. Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah sapi yang masuk melalui jalur distribusi resmi tercatat mencapai sekitar 15 ribu ekor.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) Kota Samarinda, Maskuri, mengatakan peningkatan kebutuhan hewan kurban tahun ini terlihat dari bertambahnya jumlah sapi yang didatangkan ke Kota Tepian.

Menurutnya, Samarinda bukan hanya menjadi daerah tujuan penjualan hewan kurban, tetapi juga menjadi titik distribusi ke sejumlah wilayah lain di Kalimantan.

“Sebagian sapi itu juga didistribusikan lagi ke wilayah Kaltim, Kalsel sampai Kaltara,” ujarnya.

Mayoritas sapi yang masuk berasal dari Kupang dan dikirim melalui pelabuhan resmi. Jalur tersebut dinilai lebih mudah diawasi karena seluruh ternak wajib dilengkapi dokumen kesehatan, hasil uji laboratorium, hingga surat izin pengiriman sebelum diberangkatkan.

Setelah tiba di Samarinda, sapi-sapi langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas lapangan. Selain pemeriksaan klinis, petugas juga melakukan vaksinasi untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Sampai di Samarinda, sapi diistirahatkan setelah itu langsung divaksin,” kata Maskuri.

Ia menjelaskan, petugas hanya memiliki waktu sekitar 4 sampai 6 jam untuk melakukan penanganan awal sebelum sapi didistribusikan ke lokasi penjualan maupun penampungan.

Meski sebagian besar sapi berasal dari daerah zona hijau PMK, vaksinasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi menjelang Iduladha.

Selain fokus pada kesehatan hewan, pemerintah juga mulai mengawasi penjualan sapi kurban di berbagai titik di Samarinda. Para pedagang diminta memastikan hewan yang dijual telah dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Di sisi lain, pengawasan masih menghadapi kendala karena ada sapi yang masuk melalui jalur tidak resmi. Hewan ternak dari luar daerah seperti Sulawesi dan Kalimantan Selatan disebut masih berpotensi masuk tanpa dokumen lengkap.

Saat ini pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi terus dilakukan terhadap sapi-sapi yang baru tiba untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak disembelih saat Iduladha.

“Tujuannya agar saat Iduladha nanti potensi munculnya gejala penyakit pada hewan bisa ditekan,” pungkasnya. (Redaksi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan