Don't Show Again Yes, I would!

Dispora Minta KONI Lakukan Pembinaan, Fokus pada Cabor dengan Banyak Nomor

Salah satu cabor yang bertanding di PON Aceh dan Sumut.

Kosmopolitan.id, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) meminta pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, melakukan pembinaan yang betul-betul fokus pada cabang olahraga (cabor) yang memiliki nomor tanding lebih banyak. 

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading. Dirinya menilai setidaknya ada beberapa cabor yang memiliki nomor tanding banyak, beberapa diantaranya cabor atletik, senam, dayung, renang.

“Tidak perlu harus banyak atletnya, tapi mungkin ada atlet-atlet yang punya potensi mulai dari sisi tungkai tangannya, kakinya, bodynya sudah bagus,” kata Rasman.

Ditambah dengan psikologi dan pengetahuan-pengetahuan lainnya juga bagus, maka itu yang dididik dengan sport science. Sehingga para atlet yang memiliki potensi bisa dilakukan pembinaan lebih lanjut. 

“Kalau perlu diikutkan dalam kejuaraan-kejuraan nasional dan internasional. Supaya kompetensinya meningkat, kalau umpanya jarang dia ikut dalam kejuaraan-kejuaraan, mengharap dari sini saja, kalah lah kita dari Pulau jawa, yang sehari-harinya ikut dalam kejuaraan,” imbuhnya.

Bahkan kata Rasman, jika perlu dalam pembinaan Kaltim bisa fokus pada pembinaan perorangan, permainan, dan terukur. Yang dilanjutkan dengan cabor dengan nomor tanding banyak. Itu yang menurutnya bisa meningkatkan prestasi atlet.

“Disamping cabor yang walaupun dia beregu atau perorangan konsisten memberikan medali dalam setiap event. Baik single event maupun multi event,” tuturnya.

Namun, tetap ujungnya adalah bagaimana agar Kaltim bisa lebih memperhatikan prestasi dan pembinaan olahraga untuk dipersiapkan pada jenjang yang lebih tinggi. Mulai saat ini, Rasman mengingatkan ada banyak PR yang harus diselesaikan. Mengingat capaian Kaltim di PON XXI/2024 Aceh dan Sumut lalu. 

“Ya, memang masih banyak pembenahan yang harus dilakukan. Khususnya pada atlet dan pelatih. Sehingga menyoroti betul hal ini untuk dievaluasi,” demikian Rasman. (adv/disporakaltim) 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan