Don't Show Again Yes, I would!

Ketua DPRD Samarinda Ingatkan Etika Kritik di Media Sosial

Kosmopolitan.id, Samarinda – Fenomena buzzer dan doxing yang marak di media sosial mendapat perhatian dari Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah. 

Ia mengingatkan agar kebebasan berpendapat di ruang digital tetap dijaga dalam koridor yang sehat dan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Semua orang berhak untuk menyuarakan pendapatnya. Tentu ada yang positif dan negatif. Tapi itu semua harus tetap dalam koridor yang sehat,” ujar Helmi.

Helmi menegaskan bahwa ruang kritik dalam demokrasi tidak boleh ditutup.

Namun penyampaiannya harus berdasarkan fakta dan disampaikan secara bijak, bukan justru menimbulkan keresahan publik.

“Mari kita kritik dengan data, fakta, dan dengan niat membangun. Bukan menjatuhkan atau menciptakan keresahan,” tegasnya.

Ia menyayangkan adanya oknum yang menyebarkan informasi tidak benar atau menyerang pribadi seseorang melalui media sosial. 

Menurutnya, tindakan seperti itu tidak mencerminkan semangat demokrasi dan justru menciptakan polarisasi di masyarakat.

“Padahal kritik seharusnya menjadi bahan refleksi bersama, bukan alat untuk memperuncing konflik atau perpecahan antarwarga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Politikus Partai Gerindra ini mengingatkan bahwa menjaga media sosial sebagai ruang yang membangun sangat penting, bukan malah dijadikan sarana untuk menghujat atau memecah belah.

“Kami di DPRD menginginkan adanya kebersamaan, saling mengayomi, dan saling memaklumi karena kita ini satu kota,” tukasnya. (ADV/DPRDSAMARINDA)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan