Don't Show Again Yes, I would!

Sekolah Negeri Masih Berdinding Kayu, Latisi Desak Revitalisasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi.

Kosmopolitan.id, Samarinda – Potret pendidikan di Samarinda menyisakan ironi yang tak bisa lagi diabaikan. Di balik deretan pembangunan gedung-gedung megah di pusat kota, sejumlah sekolah negeri justru masih berdiri dengan bangunan kayu yang sudah lapuk dan tak layak pakai. Kondisi ini memunculkan keprihatinan dari Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi.

Salah satu sekolah yang menurutnya menggambarkan ketimpangan itu adalah SMP Negeri 13 di Kelurahan Lempake, Samarinda Utara. Sekolah tersebut hingga kini masih menggunakan bangunan berbahan dasar kayu, tanpa sentuhan perbaikan berarti sejak didirikan.

“Bayangkan, anak-anak kita masih belajar di ruang kelas berdinding papan, sementara gedung-gedung lain terus dibangun. Ini bukan soal estetika, tapi soal keselamatan dan kenyamanan belajar,” ujar Latisi.

Menurutnya, keberadaan sekolah-sekolah seperti itu menjadi bukti bahwa pemerataan pembangunan di bidang pendidikan belum menyentuh seluruh wilayah. Ia menyayangkan jika pembangunan hanya fokus pada sekolah baru, sementara sekolah lama yang sudah jelas kekurangan fasilitas dibiarkan tertinggal.

“Menambah jumlah sekolah itu penting, tapi yang sudah ada pun harus dipastikan layak. Pemerataan itu bukan sekadar jumlah, tapi juga kualitas,” tegasnya.

Latisi menyebut, ruang belajar yang tidak aman berpotensi mengganggu psikis siswa. Ketika atap bocor saat hujan, atau papan dinding mulai keropos, maka ruang kelas tak lagi menjadi tempat yang mendukung proses belajar mengajar.

Ia menambahkan bahwa Komisi IV DPRD Samarinda telah mendorong agar sekolah-sekolah yang masih menggunakan bangunan kayu dimasukkan dalam prioritas revitalisasi. Saat ini, pihaknya tengah mendorong pendataan yang lebih menyeluruh terhadap sekolah dengan kategori infrastruktur darurat.

“Ini soal hak dasar anak. Kita tidak bicara soal bantuan, tapi kewajiban negara untuk menjamin tempat belajar yang aman dan layak,” pungkasnya. (ADV/DPRD/SAMARINDA) 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan