Don't Show Again Yes, I would!

Komisi III Soroti Risiko Longsor Terowongan Samarinda

Kosmopolitan.id, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar menyoroti peristiwa longsor yang terjadi di bagian inlet Terowongan Samarinda pada Senin (12/5/2025) lalu.

Hal itu disampaikannya dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas PUPR dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kamis (16/5/2025) menyusul kekhawatiran publik terhadap keamanan struktur proyek strategis tersebut.

“Memang kami juga sangat ragu sekali melihat inlet yang ada itu karena dari kemiringannya itu rawan, kalau kita bilang rawan terjadinya sliding. Ternyata apa yang kita khawatirkan terjadi,” ungkap Deni.

Deni mengatakan bahwa informasi dari PPK menyebutkan potensi longsoran sudah terdeteksi sejak awal 2025. Bahkan, berdasarkan alat deteksi yang digunakan pihak kontraktor, pergerakan tanah diprediksi terjadi dalam empat bulan ke depan sejak Februari.

“Tapi ternyata sudah kejadian. Jadi ini jadi pelajaran penting bagi kita semua,” imbuhnya.

Ia pun menegaskan pentingnya memastikan agar kejadian serupa tidak terulang, apalagi mengingat terowongan belum resmi dibuka untuk umum.

“Jangan sampai kejadian ini berulang. Artinya kalau bisa ini di-inkub di tempat ini saja, selesai. Jangan ada lagi kejadian longsor,” tegasnya.

Politikus Partai Gerindra ini juga menyoroti pentingnya keamanan bagian dalam terowongan yang diklaim telah diperkuat sebanyak empat kali.

“Tadi dijelaskan bahwa secara teknis mereka menyampaikan mereka melakukan tahapan empat kali penguatan di dalam,” ucapnya.

Ia menegaskan, kekhawatiran masyarakat harus diredam dengan kepastian bahwa terowongan benar-benar aman sebelum difungsikan secara penuh.

“Karena yang namanya keselamatan, itu yang paling penting di atas segalanya,” tutup Deni. (ADV/DPRDSAMARINDA) 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan