Kosmopolitan.id, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah bersiap mengakhiri era pertambangan batu bara dan kembali menegaskan identitasnya sebagai kota perdagangan dan jasa.
Langkah ini merupakan bagian dari revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2022-2042 yang mengarahkan Samarinda untuk bertransformasi menjadi pusat ekonomi berbasis industri jasa dan perdagangan.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi menilai bahwa perubahan ini sejalan dengan karakter ekonomi kota yang sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan di Kalimantan Timur (Kaltim).
“Sejak dahulu, Samarinda ini adalah kota jasa dan kota dagang untuk wilayah Kaltim,” kata Iswandi.
Menurutnya, keberadaan Pelabuhan Samarinda menjadi salah satu keunggulan utama dalam mendukung pertumbuhan sektor perdagangan. Dengan akses langsung ke pelabuhan, distribusi barang ke berbagai wilayah menjadi lebih efisien.
“Barang-barang dari user bisa langsung ke Pelabuhan Samarinda. Jadi, potensinya besar sekali dan memang harus kita manfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, Pemkot Samarinda sendiri menargetkan penghentian operasi tambang batu bara secara bertahap hingga 2026.
Keputusan ini didasarkan pada berbagai faktor, termasuk dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan seperti banjir dan longsor, serta kebutuhan untuk membangun ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Dengan transisi ini, Samarinda diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih stabil dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
“Jika Balikpapan merupakan pintu gerbang, maka Samarinda berada di tengah sehingga sangat potensial sebagai kota dagang,” tutupnya. (ADV/DPRD/SAMARINDA)







