Kosmopolitan.id, Samarinda – Fasilitas driving range golf di kawasan Sport Hub GOR Segiri Samarinda kini memasuki tahap penyelesaian administrasi dan penentuan pola pengelolaan sebelum resmi dibuka untuk umum. Proyek infrastruktur olahraga senilai Rp61,8 miliar tersebut saat ini tinggal menunggu proses serah terima aset.
Proses pengalihan aset akan dilakukan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kepada Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda selaku instansi pengelola.
Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, menjelaskan mekanisme pengelolaan akan diputuskan setelah proses serah terima aset rampung. Sejumlah opsi masih dikaji, termasuk kemungkinan pengelolaan sementara oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
“Nanti dapat saja UPTD mengelola sementara sekitar tiga bulan sambil dilakukan evaluasi terhadap operasional,” ujar Muslimin.
Untuk mendukung kelancaran operasional pada tahap awal, Disporapar akan melibatkan para pegiat golf di Samarinda. Komunitas tersebut akan memberikan pendampingan sekaligus masukan teknis terkait standar pelayanan dan pemeliharaan fasilitas. Meski peluang kerja sama dengan pihak swasta tetap terbuka, keputusan akhir mengenai pola pengelolaan masih menunggu arahan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Sementara itu, pemerintah daerah telah menyusun simulasi tarif penggunaan fasilitas yang mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda, Cahya Ernawan, memaparkan estimasi tarif penggunaan fasilitas tersebut. Untuk petak reguler, tarif diproyeksikan sebesar Rp200 ribu per jam dengan fasilitas 100 bola. Sementara petak VIP diproyeksikan sebesar Rp350 ribu per jam dengan jumlah bola yang sama.
“Ini masih hitungan sementara,” tegas Cahya.
Fasilitas driving range dua lantai ini memiliki total 32 petak permainan yang terdiri atas 30 petak reguler dan dua petak VIP. Berdasarkan simulasi Bapenda, apabila seluruh petak terisi rata-rata delapan hingga 10 jam per hari, fasilitas ini berpotensi menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga miliaran rupiah setiap tahunnya.
“Ini bisa menjadi salah satu sumber PAD baru yang cukup besar dari sektor olahraga dan pemanfaatan aset daerah,” ungkapnya.
Hingga kini, Pemkot Samarinda masih membahas pola pengelolaan driving range, apakah akan dikelola langsung oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), bekerja sama dengan pihak ketiga, atau menggunakan skema lainnya.
Selain diproyeksikan sebagai sumber PAD baru, driving range yang dibangun dengan nilai Rp61,8 miliar ini juga digadang-gadang menjadi salah satu pusat latihan golf paling modern di Kalimantan Timur. Fasilitas tersebut dilengkapi teknologi digital terbaru yang diadopsi dari Korea Selatan dan diharapkan mampu mendukung pembinaan atlet sekaligus menjadi destinasi olahraga baru bagi masyarakat Samarinda.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan pengoperasian kolam renang di kawasan Sport Hub GOR Segiri. Namun, pembahasan mengenai model pengelolaannya masih berlangsung sehingga belum ada keputusan final terkait waktu operasional maupun besaran tarif layanan.
“Untuk selanjutnya dari Bapak Wali Kota,” demikian Cahya.







