Don't Show Again Yes, I would!

Menunggu Keseriusan Pemkot Samarinda Atasi Tempias Pasar Pagi

Bangunan Pasar Pagi dari pintu masuk Jalan Jenderal Sudirman. (Redaksi)

Kosmopolitan.id, Samarinda – Sejak lama Pasar Pagi menjadi pusat niaga bagi masyarakat Kota Samarinda bahkan dari luar kabupaten/kota. Sejak awal tahun 2026, Pasar Pagi telah berganti wajah dengan konsep semi modern tanpa menghilangkan ciri khasnya sebagai pasar tradisional.

Meski tampak megah, bangunan setinggi tujuh lantai itu masih menyimpan catatan besar untuk segera dibenahi. Setiap hujan deras, sejumlah lapak pedagang terkena tempias bahkan kerap kali menciptakan genangan.

Seperti yang diungkapkan Amat, pedagang lantai 5 yang sehari-sehari berjualan pakaian. Saat ditemui pada Senin (15/6/2026), ia dengan para pedagang lainnya tengah was-was saat hujan deras disertai angin kencang.

“Kalau sudah hujan deras, pasti tempias,” katanya.

Beruntung, ada beberapa petugas kebersihan yang tanggap membantu pedagang mengepel lantai. Namun para pedagang tetap berharap, masalah tempias ini tak menjadi momok berkepanjangan.

Sebagai informasi, untuk membangun Pasar Pagi dengan tampilan saat ini, Pemkot Samarinda harus menggelontorkan anggaran Rp 468,5 miliar. Selain itu, upaya menertibkan hingga menata para pedagangnya pun ditempuh dengan cara yang tidak mudah.

Ada ribuan lapak yang tersedia di dalamnya, hampir sebagian besar sudah terisi. Kini Pemkot Samarinda juga diminta lebih serius dalam menanggapi keluhan tempias yang kini menjadi momok bagi pedagang.

“Ya, kalau bisa masalah tempias ini segera ditanggapi oleh pemerintah,” demikian Amat. (Redaksi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan