Don't Show Again Yes, I would!

DPRD Samarinda Sambut Positif Wacana Penerapan Ujian Nasional Kembali

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi

Kosmopolitan.id, Samarinda – Wacana penerapan kembali Ujian Nasional (UN) kembali menjadi perbincangan di dunia pendidikan. Sejumlah pihak menilai bahwa UN dapat meningkatkan mutu pendidikan dan membangun budaya kompetisi di kalangan siswa.

Di Kota Samarinda, wacana ini mendapat respons positif dari masyarakat hingga anggota legislatif. Mereka berharap sistem pendidikan yang diterapkan lebih sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia. Rencana pemberlakuan kembali UN mencuat sejak akhir tahun lalu. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengingatkan bahwa UN pernah dihapuskan pada era Nadiem Makarim. 

Saat ini, Kemendikdasmen tengah merancang konsep baru untuk teknis pelaksanaan UN dengan target penerapan pada tahun ajaran 2025/2026. Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi menyambut baik wacana tersebut. Menurutnya, sistem pendidikan di Indonesia memerlukan pemicu agar siswa lebih giat belajar.

“Saya pribadi setuju dengan wacana ini karena masyarakat kita membutuhkan pemicu dan dorongan agar mau belajar,” ujarnya.

Selain itu, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menilai bahwa konsep pendidikan Finlandia, yang sempat diadopsi melalui Kurikulum Merdeka Belajar pada era Nadiem Makarim, kurang sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia.

Dengan adanya wacana ini, dirinya berharap pemerintah dapat merancang kebijakan pendidikan yang benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik di Indonesia.

“Pemerintah perlu mengkaji ulang sistem pendidikan yang ada. Jika ingin mengadopsi sistem pendidikan Finlandia, kita harus melihat dulu apakah karakter masyarakatnya cocok dengan karakter masyarakat kita,” tandasnya. (ADV/DPRD/SAMARINDA) 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan