Kosmopolitan.id, Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah serta mendukung proses belajar mereka. Sebagai bagian dari upaya mengatasi malnutrisi dan meningkatkan kualitas pendidikan, program ini wajib diterapkan di berbagai daerah, termasuk Kota Samarinda.
Sejak mulai berjalan, MBG telah menyasar lebih dari seribu peserta didik, meski penerapannya masih bertahap dan baru dilaksanakan di SDN 004 Samarinda Utara. Setiap peserta didik yang terdaftar dalam program ini mendapatkan makanan dengan alokasi anggaran sekitar Rp 10.000–Rp15.000 per porsi.
Namun tanggapan berbeda datang dari Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra yang menilai bahwa program ini perlu dikaji ulang. Menurutnya, alokasi anggaran MBG sebaiknya dialihkan ke pendidikan gratis yang dinilai lebih mendesak dan berdampak lebih luas bagi masyarakat.
“Anggaran MBG mencapai triliunan rupiah, dan saya lebih sepakat jika dana tersebut dialihkan untuk pendidikan gratis atau program lain yang lebih langsung menyentuh masyarakat,” ujar Samri.
Ia juga mempertanyakan efektivitas MBG, terutama terkait kecukupan gizi dalam makanan yang disediakan. Menurut Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, penting untuk memastikan bahwa makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi yang dibutuhkan anak-anak.
“Jangan sampai program ini tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan justru menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.
Kendati demikian, ia berharap kebijakan anggaran yang diterapkan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pendidikan gratis juga harus diperjelas cakupannya. Sebab, dalam pendidikan ada banyak aspek yang membutuhkan biaya, seperti seragam, buku, dan kebutuhan lainnya,” tutupnya. (ADV/DPRD/SAMARINDA)







