Kosmopolitan.id, Samarinda – Pembangunan Pasar Pagi tahap dua masih terus dikebut oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda.
Belum lama ini bangunan berlantai 7 itu juga telah ditinjau oleh Komisi III DPRD Samarinda. Dalam tinjauan tersebut Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan harapannya agar Pasar Pagi tidak mengalami insiden kebakaran seperti yang pernah terjadi di BIG Mall.
Politikus Partai Gerindra ini menegaskan bahwa pembelajaran dari musibah kebakaran di pusat perbelanjaan besar tersebut harus menjadi perhatian utama dalam pembangunan Pasar Pagi.
Tak heran ia menyoroti pentingnya sistem keamanan kebakaran, termasuk jalur evakuasi, sistem sprinkler, hydrant, dan alarm kebakaran yang harus berfungsi dengan sempurna.
“Kita tidak ingin tragedi kebakaran BIG Mall terulang di Pasar Pagi. Oleh karena itu, semua langkah antisipasi harus dilakukan sejak awal,” ujarnya.
Selain keamanan kebakaran, Deni juga mengingatkan pengelolaan limbah dari los basah seperti penjual ikan, ayam, dan daging agar tidak mencemari lingkungan sekitar dan menimbulkan bau tak sedap. Ia berharap Pasar Pagi menjadi pasar yang ramah lingkungan dan aman bagi pedagang maupun pengunjung.
“Pengelolaan limbah harus serius, agar pasar ini tetap bersih dan nyaman,” tambahnya.
Deni pun menyambut baik simulasi pengolahan limbah yang sudah dipresentasikan oleh pelaksana pembangunan, namun tetap menegaskan perlunya pengawasan berkelanjutan untuk memastikan instalasi pengolahan air limbah berfungsi optimal.
“Besar harapan kami di dewan agar Pasar Pagi menjadi pasar modern yang aman dan tentunya menjadi pusat ekonomi yang terpercaya tanpa risiko kebakaran maupun pencemaran lingkungan. (ADV/DPRD/SAMARINDA)







