Don't Show Again Yes, I would!

Terowongan Sultan Alimuddin-Kakap Hampir Tembus, Target Rampung April 2025

Proses penggalian terowongan yang akan menembus dua sisi, Jumat (27/12/2024). (Istimewa)

Kosmopolitan.id, Samarinda – Proyek pembangunan terowongan Sultan Alimuddin-Kakap semakin mendekati tahap penyelesaian. Terowongan sepanjang 426 meter ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas di kawasan tersebut. Dengan panjang keseluruhan jalur mencapai 700 meter, proyek ini ditargetkan rampung pada April 2025. Saat ini, proses penggalian hampir mencapai titik pertemuan antara inlet dan outlet, menyisakan sekitar lima meter sebelum tahap breakthrough yaitu momen saat dua sisi penggalian bertemu dan terowongan tembus sepenuhnya.  

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Rezky Samudra Aprilyan, menjelaskan bahwa setelah tahap breakthrough tercapai, pengerjaan akan beralih ke tahap penyempurnaan. Ia menegaskan bahwa konstruksi berjalan sesuai rencana dengan menerapkan standar tinggi pada setiap prosesnya. 

“Begitu kedua sisi terhubung, kami bisa langsung fokus ke tahap finishing,” ujarnya.  

Keamanan menjadi prioritas utama dalam pengerjaan terowongan ini. Berbagai metode diterapkan untuk memastikan struktur tetap kokoh, mulai dari pemasangan steel ribs (rangka baja) untuk memperkuat dinding terowongan hingga penyemprotan beton setebal 20 cm. Pada bagian tertentu, dilakukan pemasangan tulangan baja dan angkur guna mengurangi risiko pergeseran tanah serta kebocoran air. Selain itu, metode grouting digunakan untuk menutup celah dan meningkatkan ketahanan konstruksi dalam jangka panjang.  

Bukan hanya aspek struktural, faktor keselamatan pengguna juga menjadi perhatian utama. Terowongan ini akan dilengkapi sistem drainase yang dirancang untuk mengalirkan air dengan optimal, sementara jet fan akan dipasang guna menjaga sirkulasi udara di dalamnya. Tak hanya itu, hydrant yang terhubung ke sistem eksternal juga tersedia sebagai langkah mitigasi jika terjadi keadaan darurat.  

Rezky menambahkan bahwa proyek ini telah melalui beberapa tahap evaluasi oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) untuk memastikan kelayakan operasionalnya. Namun, sidang evaluasi akhir baru akan dilakukan pada Januari 2025 mendatang. 

“Sebagai proyek terowongan pertama di Samarinda, kami berupaya memastikan seluruh aspek keamanannya terpenuhi sebelum resmi dioperasikan,” tutupnya. (Redaksi)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan