Don't Show Again Yes, I would!

Tradisi Ziarah Kubur di Samarinda Memunculkan Lonjakan Omzet Bagi Pedagang Bunga

Kosmopolitan.id, Samarinda – Ramainya tradisi ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadan di Samarinda menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang bunga. Di tengah lonjakan jumlah peziarah, para pedagang mengalami peningkatan omzet yang signifikan.Liana, seorang penjual bunga musiman, mulai berdagang di simpang tiga Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tumenggung, dan Jalan KH Khalid. Dirinya mengakui di bulan puasa ini menjadi tambahan penghasilan, lantaran bisa menjual 300 kantong plastik bunga untuk tradisi nyekar.”Hari kemarin saya sampai kehabisan stok bunga, saya kewalahan,” ujarnya.Liana mengaku di hari biasa, ia menjual dua plastik bunga dijual seharga Rp 15 ribu. Namun, menjelang Ramadan ini, harga tersebut turun menjadi Rp 10 ribu per plastik.Meskipun harga naik, minat pembeli tetap tinggi. Banyak yang rela membayar lebih mahal untuk mempercantik makam keluarga mereka menjelang Ramadan.”Tapi karena ramainya, beberapa jam sudah habis terjual, semoga setiap tahunnya terus meningkat,” harap Liana.Begitu juga pengakuan penjual bunga lainnya, Titin yang sudah berjualan dalam kurun 25 tahun di depan Kuburan Muslimin Jalan Abul Hasan. Dirinya mengakui tahun ini menjadi berkah untuknya, lantaran usahanya jauh lebih mujur dibandingkan tahun lalu. Dengan bermodalkan sekira Rp 3 juta, dalam seminggu sudah mendapatkan keuntungan dari jualan bunga menjelang bulan puasa ini. Namun, tidak selalu lancar. Titin juga mengalami kerugian karena bunga-bunganya kadang tidak laku dan harus dibuang karena hanya tahan dua hari.“Ya, tergantung pada jumlah pembeli. Biasanya, seminggu bisa Rp 5 sampai 7 juta,” tutupnya. (Redaksi) 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan