Kosmopolitan.id, Samarinda – Menyikapi dua insiden kebakaran yang terjadi beruntun di BIG Mall Samarinda, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, menyoroti pentingnya simulasi proteksi kebakaran sebelum operasional pusat perbelanjaan itu kembali berjalan normal.
Menurutnya, uji coba sistem keamanan menjadi keharusan, mengingat ancaman kebakaran bisa terjadi kapan saja jika sistem proteksi tidak optimal.
“Sebelum kembali dibuka, saya minta dilakukan simulasi proteksi kebakaran. Ini penting untuk mengukur kesiapan gedung dalam menghadapi keadaan darurat,” tegas Andriansyah belum lama ini. Ia juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan gedung. Apalagi, BIG Mall masih tetap beroperasi meskipun bekas kebakaran belum sepenuhnya dipulihkan.
“Kita harus tahu, sejauh mana kesiapan sistem keamanan yang terpasang. Jangan sampai hanya mengandalkan alat, tapi tidak pernah diuji secara nyata,” ujarnya.
Tak hanya simulasi, Andriansyah mengingatkan agar seluruh rekomendasi teknis dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda benar-benar dijalankan oleh pengelola.
“Rekomendasi itu bukan formalitas. Harus diterapkan sesuai prosedur teknis darurat yang berlaku,” tambahnya.
Komisi III DPRD Samarinda, lanjut dia, juga berencana turun kembali ke lokasi setelah proses perbaikan selesai. Langkah itu untuk memastikan semua rekomendasi benar-benar dipenuhi.
“Kami akan cek lagi setelah semua rampung. Jangan sampai rekomendasi hanya dicatat, tapi tidak dilaksanakan,” pungkasnya. (ADV/DPRD/SAMARINDA)







