Kosmopolitan.id, Samarinda – Berada di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur, tak banyak yang menyangka sejumlah miliarder juga bermukim di kota ini. Tak jarang kediaman mereka disorot masyarakat, namun tidak semua yang membuka diri ke lingkungan sekitarnya.
Satu diantara pengusaha batu bara sukses di Samarinda kini menggemparkan khalayak lantaran pada Jumat (31/5/2024) lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat melakukan penggeledahan di kediamannya, Jalan KS Tubun. Bukan tanpa sebab, kegiatan ini dilakukan sebagai buntut kasus penerimaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.
Sejumlah barang pun kini telah dititipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Samarinda. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya komisi antirasuah untuk mengamankan barang bukti dalam kasus-kasus yang sedang ditangani.
Prosesnya dimulai di lokasi pertama di Jalan KS Tubun, di mana tim gabungan dari KPK dan Rupbasan melakukan pengecekan dan pendataan terhadap kendaraan yang akan dititipkan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di lokasi kedua di Perumahan Citra Land. Kegiatan pengamana aset ini dilakukan oleh perwakilan KPK menggandeng empat orang petugas dari Rupbasan Samarinda. Tim dari Rupbasan dipimpin oleh Kepala Sub Seksi Administrasi dan Pemeliharaan, Budiman.
Adapun beberapa kendaraan mewah yang turut diamankan diantaranya, Lamborghini, Mercedes Benz, BMW, Hummer dan masih banyak lagi yang ditotal mencapai 19 unit. Saat dimintai keterangan, Kepala Rupbasan Samarinda Ari Yuniarto pun membenarkan bahwa pihaknya baru saja mengamankan sejumlah mobil mewah dan barang-barang lainnya milik pria berinisial F yang kerap disebut ’Sultan’ di Samarinda. Namun saat ditanya mengenai kepemilikannya, Ari mengaku semua kendaraan mewah tersebut benar milik F, bukan kepemilikan Rita Widyasari.
“Kalau berkaitan surat dari KPK itu ada rentetannya dengan kasus Ibu Rita, begitu saja, tapi kepemilikan barangnya bukan,” ungkap Ari.
Lantaran keterbatasan Rupbasan yang ada saat ini, maka sejumlah mobil mewah tersebut tidak dibawa langsung oleh pihaknya, melainkan hanya bukti-bukti adminstrasi. Namun mobil-mobil tersebut tetap dalam pengawasan oleh pihaknya. (Redaksi)







