Don't Show Again Yes, I would!

Soroti Perkembangan Dunia Digital, Wakil Komisi IV Dorong Kesadaran Memilah Literasi

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti

Kosmopolitan.id, Samarinda – Pergeseran pola membaca di masyarakat terus terjadi, seiring masifnya penggunaan media sosial sebagai sumber utama informasi. Buku dan jurnal kini mulai tersisih oleh unggahan singkat, video pendek, dan infografis yang tersebar di berbagai platform digital.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pemerhati pendidikan dan anggota legislatif. Salah satunya, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti, yang menyoroti bagaimana media sosial kerap dijadikan rujukan literasi tanpa proses verifikasi yang memadai.

“Ilmu memang makin mudah diakses, tapi kemampuan menyaring justru makin lemah,” ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, masyarakat tidak lagi bergantung pada buku sebagai sumber pengetahuan utama. Sebaliknya, banyak yang menjadikan media sosial sebagai pintu pertama untuk memahami suatu isu. Hal ini memicu pergeseran signifikan dalam budaya literasi.

Sri Puji menilai, kebiasaan ini bukan semata-mata persoalan selera membaca, tetapi juga dampak dari ekosistem digital yang belum sepenuhnya mendukung literasi yang kritis dan mendalam. Karena itu, ia mendorong peran aktif pemerintah dalam membangun ruang-ruang edukasi digital yang lebih sehat.

Beberapa inisiatif seperti pelatihan literasi digital, webinar tematik, hingga pemanfaatan akun resmi milik lembaga publik untuk menyebarkan informasi yang valid, menurutnya harus diperluas.

“Yang kita butuhkan bukan hanya akses, tapi kemampuan memilah dan memahami. Kalau tidak dibekali, kita justru bisa tersesat di tengah banjir informasi,” pungkasnya. (ADV/DPRD/SAMARINDA) 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Space Iklan Disewakan